Senin, 03 Desember 2012

PENGERTIAN SAMPAH DAN CARA MENANGGULANGI PENUMPUKAN SAMPAH



PENGERTIAN SAMPAH DAN CARA MENANGGULANGI
PENUMPUKAN SAMPAH
By : OKIK YUDHA PERWIRA/2g/11.1.01.10.0266
Dewasa ini, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan semakin menurun. Kita lihat saja dari hal yang paling dekat dengan kita dahulu, yaitu sampah. Tanpa kita sadari, berapa banyak sampah yang kita buang tiap harinya di lingkungan sekitar kita? Namun, yang lebih patut  kita pertanyakan yaitu, “apa sampah-sampah itu telah diurus?”. Diurus dalam kalimat ini memiliki arti yaitu bukan berarti dihias dan diberi pewangi agar bau tidak enaknya hilang. Namun, dapat diartikan seperti mengurangi atau diolah khususnya sampah-sampah
A.  SAMPAH
Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.
1.     Macam – macam sampah
a.    Sampah organik
b.    Sampah anorganik
2.    Pengertian
a.    Sampah Organik : yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos
b.    Sampah Anorganik : yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya,contoh pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton

B.  CARA MENANGULANGI PENUMPUKAN SAMPAH
Banyak cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi penumpukan sampah.dan salah satunya dengan menggunakan prinsip 4R ,yaitu:
1.     Reduce (Mengurangi): sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2.    Reuse (Memakai kembali): sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3.     Recycle (Mendaur ulang): sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang
4.    Replace ( Mengganti): Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
Waktu ini terus berjalan. Tidak dapat kembali ke masa lampau, ataupun dengan cepatnya menuju masa yang akan datang. Semua butuh proses. Apa kalian pernah mengalami hal yang tidak butuh proses? Jika iya, tentunya itu adalah hal yang tidak terlalu serius. Sebagai contoh, bayi tumbuh menjadi remaja membutuhkan proses, anak menjadi pintar membutuhkan proses yaitu belajar. Demikian pula dengan penanggulangan sampah tersebut.

THANK’S

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Educastle.Com Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template